Ikut Kajian Ustadz Abu Leiden, Jamaah Masjid At-Tawwabien Antusias

Jumat malam (25/2/2022) Ustadz Abuleiden tiba di Masjid At-Tawwabien. Saat itu kali pertama beliau ke Masjid yang ukurannya 3×10 m itu. Usai memimpin shalat Isya, Ustadz Abu Leiden siap mengisi kajian Sirah Nabawiyah.

Kajian ini dihadiri oleh para bapak dan ibu warga Perum Taman Bukit Makmur RT 06 beserta anak-anak mereka.

Dalam kajian yang bertajuk Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail itu, Ustadz Abuleiden mengawali dengan membaca Surat As-Shaffat ayat 100. “Rabbi Habli Minas Shaalihiin,” ucap beliau dengan diikuti para jamaah.

Kemudian, jamaah yang hafal ayat tersebut diberikan Al-Quran dari Qordoba.Ada 5 jamaah salahsatunya anak kelas 6 SD yang berani membaca dan mendapatkan Al-Quran dari Qordoba.
Ustadz Abu Leiden menjelaskan, Surat As-Shaffat ayat 100 itu merupakan doa nabi Ibrahim agar dikaruniai anak yang shaleh.

“Saat menikah dengan siti Sarah Nabi Ibrahim belum dikaruniai anak. Beliau tidak menyerah dan terus berdoa kepada Allah agar diberikan keturunan yang shaleh. Hingga akhirnya Nabi Ibrahim menikah dengan siti Hajar dan lahirlah Ismail,’ terang Ustadz Abu Leiden.

Setelah lahir Ismail kecil, Ustadz Abu Leiden melanjutkan penjelasannya, Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim agar membawa Hajar dan Ismail ke Makkah. Melalui perjalanan panjang dari Palestina ke Makkah, maka Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di sana.

“Hajar lalu bertanya, ‘Hai Ibrahim kenapa kamu tega meninggalkan kami di sini?’ Nabi Ibrahim hanya diam saja. Lalu Hajar bertanya lagi, apa ini perintah Allah? Barulah Nabi Ibrahim menjawab, Iya. Ini perintah Allah. Dan Hajar pun menerimanya dengan penuh keimanan kepada Allah,” kata Ustadz Abu Leiden menjelaskan.

Ketika berada di Makkah Nabi Ibrahim pun berdoa kepada Allah. Doa tersebut ada dalam surat Ibrahim ayat 37. Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan shalat maka jadikanlah hati sebagian mereka cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

“Hajar ditinggalkan oleh Ibrahim di Mekah yang saat itu kondisinya sangat gersang. Hajar berlari sebanyak 7 kali dari bukit Shafa ke Marwa untuk mencari air. Namun Allah berikan sumber air itu di dekat bayi Ismail,” kata Ustadz Abu Leiden.

Lebih lanjut Ustadz Abu Leiden menjelaskan, hikmah dari ikhtiar nya Siti Hajar adalah, kita tidak boleh menyerah jika belum mencoba sampai 7 kali. Dan dalam menjalankan ikhtiar, berharap lah kepada Allah. Karena bisa jadi Allah berikan hasilnya dari hal lain.

Para jamaah yang menyimak kajian Ustadz Abu Leiden sangat antusias. Hal itu terlihat dari interaksi yang terjalin saat kajian berlangsung.

Salah satu jamaah yang hadir mengaku sangat senang Ustadz Abu Leiden bisa mengisi di Masjid At-Tawwabien.

“Ustadz nya bagus, cara menyampaikan materinya tidak monoton. Yang paling menyentuh itu saat doa bersama di sesi terakhir,” terang salah satu jamaah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Masjid At-Tawwabien 2022 All Rights Reserved.